Indra Gunawan > Introspeksi Diri

Menasihati Orang Sombong ? Jangan Harap

Masih ingat kisah Nabi Musa mencoba menasihati bapak angkatnya yaitu Raja Firaun ? Masih ingat kisah Nabi Ibrahim mencoba menasihati Bapaknya yang seorang pembuat Patung Berhala ?

Itu anak yang sayang pada Bapaknya mencoba menasihati Bapaknya, rasa sombong dari Bapaknya muncul karena Bapak merasa lebih tua dan lebih berpengalaman dari anak, dan mungkin selama ini sudah menafkahi anaknya. Tapi apakah boleh Bapak sombong pada anaknya ?

Sekarang kita balik, Bapak menasihati anaknya. Masih ingat kisah Nabi Nuh memanggil anaknya untuk naik ke Kapal saat datang banjir besar ? Masih ingat kisah Nabi Yakub menasihati anak-anaknya jangan pergi membawa Nabi Yusuf ?

Ini Nabi, utusan Alloh, yang memberi nasihat, bukan manusia biasa seperti kita tapi manusia pilihan, tetep saja nasehatnya tidak diterima.

Sumber gambar : https://www.facebook.com/237635566335874/posts/1874610919304989/?substory_index=0&app=fbl

Setan Pandai Menghadirkan Rasa Sombong Pada Hati Saya

Ketika adik menasihati saya untuk sholat, rasa sombong itu langsung keluar, merasa lebih tua dari adik. Kenyataannya sholat jadi telat.

Ketika orang tua menasihati cobalah kerja dulu, saya merasa sombong dan yakin usaha saya bisa sukses dalam waktu cepat. Kenyataannya membangun usaha tidak semudah yang dibayangkan.

Ketika beberapa konsumen mengingatkan kekurangan aplikasi/web/produk yang saya buat, saya merasa sombong, merasa lebih tau dan lebih berjuang daripada si konsumen. Ternyata produknya tidak terjual, atau terjual namun stagnan.

Dan mungkin banyak cerita lain yang membuat kesombongan saya menjebak saya dalam kebodohan.

Mohon maaf atas semua kesombongan saya 🙏. Ijinkan saya belajar menghargai nasihat orang 🙏.

Allah SWT berfirman:

وَاِذَا قِيْلَ لَهُ اتَّقِ اللّٰهَ اَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِا لْاِثْمِ فَحَسْبُهٗ جَهَنَّمُ ۗ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ
wa izaa qiila lahuttaqillaaha akhozat-hul-'izzatu bil-ismi fa hasbuhuu jahannam, wa labi`sal-mihaad

"Dan apabila dikatakan kepadanya, Bertakwalah kepada Allah, bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka pantaslah baginya Neraka Jahanam, dan sungguh (Jahanam itu) tempat tinggal yang terburuk."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 206)

Allah SWT berfirman:

"…. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 36)

Ketika nasihat datang kepada kita, ada dua pilihan :

1. merasa sombong, lebih tinggi, bahkan memarahi yang menasihati atau

2. berterima kasih, istighfar, dan menjadikannya pelajaran berharga untuk terus memperbaiki diri.

Mohon maaf, ini tulisan dari saya yang masih punya kekurangan dan dosa 🙏.

Wallahualam bis showab

Baca Inspirasi Introspeksi Diri Lainnya dari Indra Gunawan

Baca Inspirasi Lainnya dari Indra Gunawan