Indra Gunawan > Introspeksi Diri

Ketika Dunia Berhasil Mengidentikkan “Nakal itu Keren” dan “Baik itu Cupu”

  1. Lo gak ngerokok ? Cupu…
  2. Udah pernah pacaran ?
  3. A*j**g lo

Itulah kenyataannya. Pria yang merokok merasa lebih keren dan gaul dari yang tidak. Pria yang sering gonta-ganti pacar dan sering menaklukkan wanita merasa lebih keren dari yang tidak pernah.

Kata-kata kasar pun menjadi alat ukur seberapa gaulnya seseorang.

Anak-anak yang nongkrong-nongkrong di cafe/bar pun merasa lebih gaoel daripada yang datang ke tempat ibadah. Jadi anak band lebih terasa mentereng ketimbang bisa baca quran.

Fenomena ini sudah berlangsung sejak lama dan sampai saat ini media baik tv, internet, baliho, dsb selalu mempromosikan bahwa “merokok itu kereeeen”. Film-film dan sinetron sering mempertunjukkan bahwa pacaran itu gaul, klo bisa sampai berhubungan badan, dan di beberapa film layar lebar, kata-kata kasar yang diucapkan terasa WOW.

Saya ucapkan selamat kepada iblis dan syetan yang berhasil mengidentikkan “Nakal itu Keren” dan “Baik itu Cupu”.

Allah SWT berfirman:

قَا لَ رَبِّ بِمَاۤ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَـنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَ ۙ 
qoola robbi bimaaa aghwaitanii la`uzayyinanna lahum fil-ardhi wa la`ughwiyannahum ajma'iin

"Ia (Iblis) berkata, Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya,"
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 39)

Allah SWT berfirman:

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰٮهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةً ۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِ ۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ
a fa ro`aita manittakhoza ilaahahuu hawaahu wa adhollahullohu 'alaa 'ilmiw wa khotama 'alaa sam'ihii wa qolbihii wa ja'ala 'alaa bashorihii ghisyaawah, fa may yahdiihi mim ba'dillaah, a fa laa tazakkaruun

"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?"
(QS. Al-Jasiyah 45: Ayat 23)

Semoga Alloh menyelamatkan kita dan keluarga kita dari tipuan Iblis dan Syetan yang terkutuk. 🙏👍


    Baca Inspirasi Introspeksi Diri Lainnya dari Indra Gunawan

    Baca Inspirasi Lainnya dari Indra Gunawan