Indra Gunawan > Bisnis

Kesalahan Pebisnis Pemula : Fitur Dulu atau Kebutuhan Dulu ?

Tahun 2011 lalu dalam training Technopreneurship Pemuda di Serpong, seorang trainer bertanya : Jika ada SD, di depannya ada yang jual siomay, baso, cilok, lalu kita mau jual gorengan apakah jualan kita pasti laku ? Apakah jualan kita tidak punya pesaing di situ ?

Di sinilah trainer tersebut membuka pola pikir saya tentang apa bedanya fitur dengan kebutuhan. Trainer tersebut dalam beberapa hari selalu mengulang analogi tersebut terutama saat peserta training yang notanene pengusaha teknologi lebih mengunggulkan fitur produknya ketimbang kebutuhan apa yang coba dijawab.

Jadi Apa Bedanya ?

Kembali ke analogi jualan makanan di depan SD tadi. Kebutuhkan anak-anak sekolah saat istirahat ataupun pulsek adalah lapar bukan gorengan. Jadi ketika di depan SD sudah ada penjual cilok, baso, dan siomay, maka anak SD tadi mempunyai banyak pilihan, dan semua pilihan itu sebetulnya saling bersaing menjawab 1 kebutuhan utama yang sama dari semua anak SD tadi yaitu lapar.

Apa bedanya dengan fitur ? Fitur itu ukurannya besar, rasanya pedas atau asin atau manis, warnanya kuning, dsb. Itulah fitur. Konsumen pada dasarnya mengeluarkan uang bukan untuk membeli fitur, tapi untuk memenuhi kebutuhan mereka. Mereka butuh mereka beli, mereka tidak butuh mau ada fitur secanggih apapun, sekeren apapun, semenarik apapun mereka tidak akan beli kalau gak butuh.

Kembali ke kasus jualan depan SD tadi, memang sudah banyak yang jualan makanan untuk menjawab kebutuhan lapar anak SD tadi, tapi ternyata ada 1 peluang yang baru tersadar, anak SD tadi juga HAUS dan belum ada yang jualan minum. So, di situlah peluang jika Anda berjualan minuman seperti es kelapa muda atau es teh maka usaha Anda, jualan Anda, nyaris tanpa pesaing.

Analisa kebutuhan konsumen ini baru tahap awal sebelum memulai bisnis, belum termasuk bagaimana kita menentukan harga jual (pricing) mengambil laba, strategi pemasaran, manajemen produk, dsb. Ketika berjualan di depan SD maka pertimbangan harga sangat penting mengetahui rata-rata uang jajan yang dibawa si anak SD tadi. Jangan sampai jualan minuman tapi harganya terlalu mahal sehingga anak SD tadi tidak jadi membeli karena uang jajannya tidak cukup.

Kebanyakan pebisnis pemula terlalu fokus pada fitur, lupa menjawab kebutuhan konsumen

Semoga bermanfaat 🙏

Baca Inspirasi Bisnis Lainnya dari Indra Gunawan

Baca Inspirasi Lainnya dari Indra Gunawan