Indra Gunawan > Cinta

Jangan Samakan Memukul Anak/Istri dengan memukul Maling !

"Perintahkanlah anak untuk shalat ketika telah mencapai usia 7 tahun. Dan bila telah berusia 10 tahun, PUKULLAH dia bila enggan menunaikannya.” (HR. Abu Dawud no. 494, dan dikatakan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud: hasan shahih)

Jangan samakan memukul anak/istri dengan memukul maling !


Aturan dalam Islam dalam memukul anak/istri ada 3 :


1. Haram memukul wajah

“Apabila salah seorang di antara kalian memukul, hendaknya menghindari wajah.” (HR. Al-Bukhari no. 2559 dan Muslim no. 2612)

2. Tidak boleh meninggalkan luka dan bekas merah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan orang tua untuk memukul bukan untuk menyakiti si anak, melainkan untuk mendidik dan meluruskan mereka. (Syarh Riyadhish Shalihin, Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, 2/123-124)

3. Maksimal 3x. Tidak boleh lebih.

“Ketahuilah, setiap kalian adalah penanggung jawab dan akan ditanyai tentang tanggung jawabnya. Seorang pemimpin yang memimpin manusia adalah penanggung jawab dan kelak akan ditanya tentang mereka. Seorang laki-laki adalah penanggung jawab atas keluarganya dan kelak dia akan ditanya tentang mereka. Seorang istri adalah penanggung jawab rumah tangga dan anak-anak suaminya, dan kelak akan ditanya. Seorang hamba sahaya adalah penanggung jawab harta tuannya dan kelak dia akan ditanya tentangnya. Ketahuilah, setiap kalian adalah penanggung jawab dan kelak akan ditanyai tentang tanggung jawabnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5188 dan Muslim no. 1829)

Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allâh terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” [QS. At-Tahrîm/66:6]

Wallahu a’lam bish-shawab.

1 Muharram 1441 H

#TahunBaruHijriyah #HijrahMenjadiLebihBaik




Baca Inspirasi Cinta Lainnya dari Indra Gunawan

Baca Inspirasi Lainnya dari Indra Gunawan